Sunday, October 20, 2019

Di Pelosok, Guru Terpojok, “Berdarah-Darah” Kejar 24 Jam Mengajar

PILAHBERITA.COM Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) RI menetapkan target 24 jam mengajar menjdai syarat pengajuan tunjangan sertifikasi guru. Regulasi ini membuat para Oemar Bakrie yng bertugas di tempat pelosok terpojok. Semisal yng terlaksana di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Perjuangan pun di lakukan demi merubah regulasi. Bagaimana hasil nya? bahang MUHAMMAD RIFQI HIDAYATULLAH, Tenggarong bahang ANGGANA, satu dari sekian banyaknya kecamatan di Kukar yng mempunyai pulau-pulau kecil. Kawasannya jauh dari ibu kota kabupaten, Tenggarong. Namun jangan salah. Telah awam diketahui, kecamatan ini kaya minyak serta gas bumi (migas), yaitu yg dengannya adanya Blok Mahakam. Keberadaan blok yng membuat Anggana pernah disebut-sebut menjdai satu dari sekian banyaknya kecamatan terkaya di Indonesia. Sayang, kondisi yg agak di sebutkan tidak mencerminkan yg dengannya kesejahteraan serta kenyamanan para pendidik.
 Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan  bahang DI PELOSOK, GURU TERPOJOK, “BERDARAH-DARAH” KEJAR 24 JAM MENGAJAR

No comments:

Post a Comment